John Carmack, Kreator Doom, Inovator Dalam Game FPS


WartaIptek.com - Gamer veteran atau Anda pecinta game pasti mengenal game FPS (First Person Shooter) Doom atau Wolfenstein 3D. Game dengan sudut pandang orang pertama ini  membawa Inovasi dlmana seolah gamer akan berada dl dalam game dan terlibat dengan permainan.

Ke depannya, game - game FPS pun semakin berkembang dan semakin menawarkan kualitas grafis yang mengagumkan. Melihat perkembangan game khususnya FPS, maka kita tidak dapat melupakan nama John Carmack.

Terobsesi dengan Programming
Sosok yang lahir pada 20 Agustus 1970 ini sangat tertarik dengan dunia sains. Sejak kecil ia bermain-main dengan model roket, membaca novel sains fiksi, dan bermain game RPG Dungeons and Dragons. Saat pertama kali PC dirilis, ia, pun menjadi sangat terobsesi dengannya. Namun sayangnya sekolah tempat ia belajar tidak mampu membelinya. Karena terlalu terobsesi, Carmack (yang saat itu berusia 14 tahun) beserta beberapa temannya mencuri komputer Apple II dari seorang tetangga yang kaya. Alhasil ia tertangkap dan sempat dihukum dalam penjara anak.

Saat sudah dikembalikan ke keluarga Carmack menjadi seorang remaja pemberontak, namun uniknya ia menyalurkannya pada aktivitas programming. la berhari-hari mengurung diri dalam kamarnya untuk belajar bagaimana menulis kode-kode untuk membuat sebuah program.


Setelah lulus dari Shawnee East Mission High School, John Carmack melanjutkan kuliah di University of Missouri. la menempuh ilmu hanya 2 semester, kemudian drop out dan memfokuskan diri pada dunia programming. Akhirnya ia mendapatkan pekerjaan sebagai programmer freelance untuk Apple II, namun penghasilannya saat itu masih sedikit. Kemudian ia menjadi programmer tetap di perusahaan Softdisk. Salah satu pekerjaannya adalah mengembangkan video game 2D bernama Invasion of the Vorticons. Saat mengembangkan game tersebut, ia berkolaborasi dengan John Romero dan Adrian Carmack (tak ada hubungan keluarga).

Id Software
Bersama 2 rekannya, Carmack menciptakan game sendiri dengan judul Commander Keen yang didistribusikan oleh Apogee Software. Berkat kesuksesan game tersebut, ketiga orang tersebut berhenti dari Softdisk dan mendirikan perusahaan sendiri bernama id Software.

Saat melakukan brainstorming untuk game baru yang nantinya akan mereka ciptakan, Carmack dan Romero teringat mengenai game yang selalu mereka mainkan saat kecil pada Apple II, yakni Castle Wolfenstein. Game tersebut memiliki tema menghabisi para tentara Nazi sambil mengumpulkan harta karun. Untuk versi id Software, memiliki judul Wolfenstein 3D dan menjadi sukses besar saat dirilis pada tahun 1991.

Satu alasan utama mengapa Wolfenstein 3D sukses adalah memungkinkan gamer bermain seolah mereka berpartisipasi langsung dalam layar, yang dikenal sebagai perspektif orang pertama. Selain itu strategi marketing yang unik mendukung kesuksesan penjualan game. Wolfenstein 3D tidak dijual di toko, melainkan gamer harus mendownload installer secara gratis di web, kemudian membayar $45 untuk sisa game-nya. Hal inilah juga yang menjadi awal dari shareware. Shareware melibatkan penggunaan software dalam waktu terbatas, dengan basis trial, kemudian gamer harus membayar untuk mendapatkan akses penuh.

Penghasilan $120.000 per bulan membuat Carmack menjadi orang kaya di usianya yang baru menginjak 21 tahun. Tak bisa dikesampingkan juga peran dari Romero yang menjadi konseptor desain game serta membuat dunia fantasi dan karakter yang keren.

Tetapi yang menjadi hit adalah Doom yang dirilis pada 1993. Plot game yang menghabisi monster di luar angkasa dianggap tak terlalu penting, namun yang menjadi menarik adalah grafiknya yang pada saat itu terbilang berkualitas tinggi. Sebelum Doom, sebagian besar game terlihat flat dan tak realistik. Penjualan Doom pun meroket ke angka $7 juta pada 1994. Kesuksesan Doom pun membuat reputasi id Software meningkat dan membuat Carmack dan Romero menjadi legenda dalam dunia game. Pada 1996, duo tersebut merilis Quake yang menawarkan tingkat realistik lebih tinggi dengan dukungan mode multiplayer.

Saat ini John Carmack masih berinteraksi dengan game, dan sempat terlibat dalam beberapa judul seperti Rage, Wolfenstein: The New Order, Evil Within, dan yang masih ditunggu yakni Doom 4. Selain itu ia juga menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) dari Oculus VR Inc yang melahirkan headset virtual reality Oculus Rift.

Share this article / Bagikan Artikel Ini! :