Info Baru
Loading...

Randice-Lisa "Randi" Altschul Ciptakan HP Intsan Berawal dari Merancang Mainan


WartaIPTEK.com - Perempuan bisa juga menghasilkan karya temuan yang bermanfaat. Seperti yang dilakukan Randice-Lisa "Randi" Altschul asal Amerika Serikat yang membuat handphone (HP) instan sekali pakai (disposable) pada November 1999.

Temuan atau karyanya yang dinamai Phone-Card-Phone tak ubahnya sebuah benda setebal tiga lapis kartu kredit dan terbuat dari bahan kertas daur ulang. Meski hanya untuk penggunaan menelefon keluar (tidak bisa menerima panggilan masuk), HP sekali pakai itu bisa digunakan selama 60 menit dan juga dilengkapi peranti earphone/mike alias handsfree. Jika pulsa sudah habis konsumen tinggal memilih, apakah hendak digunakan kembali dengan mengisi ulang pulsa atau sudah tidak diperlukan lagi hingga bisa dibuang ke tempat sampah.

Namun jika hendak mengisi ulang pulsa juga cukup rnudah. Sebuah pita magnetik dilekatkan pada HP itu tak ubahnya sebuah kartu kredit. Pada saat digesekkan ke alat pengisi akan menambah jumlah pulsa sesuai dengan nilai nominal pembeliannya. Harga jual HP instan adalah 20 dolar AS. Ada potongan harga 2-3 dolar AS jika konsumen tidak membuang HP yang sudah habis pulsanya, namun mengembalikan ke penjual. Tentunya potongan harga itu untuk mengurangi dampak lain dari HP instan, yaitu limbah pesawat bekas pakai.

Kisah di balik temuan itu cukup unik. Altschul semula sempat kesal akibat teknologi jaringan HP kerap kali tidak bagus saat ia gunakan. Sinyal yang kerap hilang atau tiba-tiba terputus. “Saat kesal atau frustrasi akibat terganggu, saya ingin membuang pesawatnya. Tapi saya sadar harga handphone cukup mahal, sehingga mengurungkan niat untuk membuangnya," akunya.

Setelah merasa yakin tidak ada pihak lain yang membuat HP instan, Randi Altschul bersama seorang insinyur Lee Volte mematenkan dua jenis paten untuk HP instan dan teknologi super tipis (super thin technology/STT) yang diperlukan untuk HP instan atau produk-produk lainnya.

Keduanya juga mengembangkan komputer laptop kertas dengan harga sama. Komputer kertas itu bisa digunakan mengakses jaringan internet. Teknologi yang digunakan adalah teknologi super tipis STT. Teknologi STT bisa dikembangkan untuk menghasilkan aneka peralatan elektronik dengan harga lebih murah dibandingkan produk yang pernah ada.

Hampir sebagian besar produk HP instan dibuat di perusahaan Altschul, Dieceland Technologies di Cliffside Park, New Jersey, AS. Keseluruhan badan pesawat, tombol dan papan sirkuit terbuat dari jaringan kertas. Sementara sirkuit tipis pada kertas itu menjadi bagian dari paten teknologi STT. Sirkuit itu dibuat memanfaatkan lapisan tinta metalik (logam) di atas sehelai kertas.

"Sirkuit ini selain berfungsi sebagai bagian badan pesawat, juga sebagai sistern pengaman. Jika pesawat dibuka, sirkuit elektronik akan rusak dan pesawat tidak bisa digunakan lagi,” kata Altschul dalam suatu wawancara dengan New York Times.

Altschul ternyata tidak memiliki dasar atau pengalaman sebagai insinyur elektronik. Ia sebenarnya perancang mainan anak-anak. Namun dukungan lingkungan dari sejumlah ahli di sekitarnya membuat Altschul memiliki sikap 'rencanakan, yakini dan raihlah'.

Mungkin mentalitas mainan yang membuatnya mampu menciptakan alat unik. Mental insinyur adalah bagaimana membuat suatu benda bertahan lama alias awet, sementara mentalitas mainan hanya membuat benda yang disukai untuk dimainkan beberapa jam, lalu sang anak membuangnya setelah bosan. Maka, HP instan temuan ajaib yang mempesonakan penggunanya dan setelah bosan (habis pulsa) langsung dibuang.

Temuan perdana Randi Altschul di dunia mainan anak-anak adalah permainan "Miami Vice”, suatu game komputer mengenai polisi yang membasmi gembong narkoba. Permainan itu memang diilhami serial televisi berjudul sama. Altschul juga membuat permainan boneka Barbie yang telah berusia 30 tahun, yaitu sebuah boneka yang bisa dikenakan (mirip orang saling gendong pada pawai 17 Agustus).

0 Response to "Randice-Lisa "Randi" Altschul Ciptakan HP Intsan Berawal dari Merancang Mainan"

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.