iklan space 728x90px

Tanaman Bakau, Pohon Pencegah Erosi Pantai

WartaIPTEK.com - Kalau kita berjalan-jalan di pantai yang berawa akan dijumpai jenis pohon-pohonan yang membentuk hutan pasang. Pohon-pohon penting yang dapat dikenal dengan mudah yakni kayu api, bakau, dan pohon jangkar atau kandeka. Pohon-pohon ini membentuk hutan yang disebut hutan mangrove atau hutan bakau-bakau.

Terdapat di tepi pantai pada daerah-daerah yang merupakan batas antara pasang surut dan pasang naik air laut. Hutan ini bisa diketemukan di pantai berbatu, di karang-karang yang telah mati dan juga di bagian pantai yang ditutupi oleh lapisan pasir atau lumpur.

Semua macam pohon yang tumbuh di hutan bakau-bakau ini mempunyai perakaran yang aneh. Sejumlah besar akar mencuat ke atas berupa tombak seperti pada kayu api (Avicennia). Akar ini adalah akar napas. Pada pohon jangkar atau kendeka (Bruguiera) akar napas atau akar udaranya  tidak  setinggi  pada  kayu  api.   Akar ini membentuk lengkungan-lengkungan seperti lutut, keluar dari lumpur.


Lain lagi dengan tanaman bakau (Rhizophora) yang memiliki pokok bercabang-cabang dengan akar tunjang yang juga bercabang-cabang. Akar ini timbul dari bagian pohon yang ada di atas permukaan tanah. Begitu banyak akar-akar ini, sehingga seluruh permukaan tanah rawa dipenuhi oleh akar-akar bakau yang malang melintang.

Selain mengenai perakarannya, ada lagi yang menarik dari tanaman bakau. Marilah kita alihkan perhatian pada buahnya dan bagaimana cara tumbuhan bakau menyebarkan biji.

Bakau dan pohon jangkar memiliki buah yang bijinya sudah berkecambah selagi masih berada di atas pohon. Apabila buah jatuh ke tanah, biji yang sudah berkecambah itu dengan segera dapat menetap di tempatnya. Akar lembaga yang tertancap di pasir segera menghasilkan akar-akar baru yang cabang-cabangnya sangat banyak.

Dengan cara demikian biji dapat mempertahankan diri dari gerakan air laut yang turun naik karena terjadi pasang dan surut; maupun oleh hempasan ombak yang menghantamnya. Itulah sebabnya mengapa bakau dapat tumbuh di tempat-tempat yang lebih jauh letaknya di dalam laut bila dibandingkan dengan jenis-jenis pohon pantai yang lain.

Pohon bakau tingginya lebih dari 4 meter; bahkan di tempat-tempat tertentu dapat mencapai ukuran sampai 30 meter. Merupakan tanaman tropis dan tumbuh di pantai yang perairannya bersih.

Berguna karena kayunya bermanfaat bagi bahan bakar maupun bahan bangunan. Tetapi yang lebih penting dari kegunaan tumbuhan bakau adalah di dalam hal pengawetan alam dan perlindungan lingkungan pantai.

Bakau, kayu api, pohon jangkar, dan jenis-jenis tanaman pantai lainnya sangat penting bagi kita karena dapat mencegah terjadinya erosi atau kerusakan pantai. Juga merupakan pelindung bagi penduduk terhadap tiupan angin laut. Dan bagi nelayan, terhadap hempasan ombak.

Ada lagi manfaatnya yang lain. Di atas pohon bakau, kayu api, dan pohon jangkar serta jenis-jenis tanaman yang lain biasanya ada penghuninya. Di situ ditempati untuk persarangan berbagai jenis burung pantai. Di bawah, lain lagi penghuninya. Mereka itu adalah binatang-binatang melata, seperti biawak, ular dan hewan-hewan kecil yang tergolong binatang tak bertulang belakang. Siput, kerang, kepiting, teripang, udang-udang, dan serangga air memilih lingkungan ini sebagai rumah tempat tinggalnya.
Follow Warta Iptek di Google News

0 Response to "Tanaman Bakau, Pohon Pencegah Erosi Pantai"

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.