Kanguru Pohon, Hewan Endemik Papua, Tercipta Karena Kesalahan Alam

Warta IPTEK - Julukan 'Benua Kanguru' buat Australia tak sepenuhnya pas. Karena di Papua hidup pula binatang berkantung ini. Apa bedanya? Gara-gara ulah alam?

Syahdan, ketika di zaman es sekitar 6.000 tahun lalu, pulau Papua masih jadi satu dengan benua Australia. Keduanya dihubungkan oleh daratan yang melintas selat Torres. Tetapi begitu permukaan laut naik akibat es yang mencair, daratan itu terbelah.


Itu sebabnya flora dan fauna yang ada di kedua tempat ini hampir sama. Hanya karena perbedaan iklim serta isolasi akhirnya merangsang terjadinya spesiasi atau pembentukan jenis baru. Kanguru, binatang mamalia berkantung itu misalnya. Jika di Australia hidupnya di padang rumput, lha di Papua binatang ini malah hidup di atas pohon.

Pemakan Daging
Perkembangan letak geografis akibat perubahan alam, ternyata terus berkembang. Papua kian lama makin jauh dari daratan hiduknya, Australia. Bergeser ke arah timur, dan mendekati Asia yang beriklim tropis lembab.

Kondisi itulah yang membuat pulau ini melakukan adaptasi alarn secara otomatis. Sehingga, membuat Papua memiliki ciri yang amat khas. Tak sama dengan Australia, sekaligus berbeda juga dengan kebanyakan pulau-pulau di Indonesia.

Kadaan alam Papua dari rawa-rawa, pegunungan, padang sabana, dan gunung-gunung berpuncak salju dengan ketinggian di atas 5.000 meter dari permukaan laut. Pulau yang kini berpenduduk 3,6 juta jiwa ini, juga satu-satunya daratan yang punya padang es di daerah tropika sebelah timur.


Jenis flora dan fauna yang mengisi daratan Irian, juga sangat mengagumkan. Namun yang paling unik, tentu saja hewan 'bawaan' dari Australia. Ya kanguru Papua inilah contohnya. Perubahan alam serta iklim, menuntut kemampuan binatang ini beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya. Tapi, ngapain binatang ini 'hidup' di atas pohon?

Kesulitan hidup kanguru yang masuk golongan hewan marsupialia (mamalia berkantung) ditambah dengan percampuran binatang asal negeri tropis, inilah jawabnya. Terutama ancaman dari hewan pemakan daging. Sehingga, kanguru jelas tak mungkin bisa hidup jika masih mempertahankan cara seperti di Australia.

Cakar Besar
Dilihat sekilas, kanguru Papua dan jenis yang ada di Australia, sebenarnya hampir sama. Tetapi jika diamati lebih teliti, ternyata memiliki ciri khas yang berbeda. Selain badannya berukuran lebih kecil, kaki depannya lebih panjang dan nampak kokoh. Sedangkan kaki belakangnya yang sama panjang dengan kaki depan, kelihatan rapuh.

Fisik seperti ini, jelas membuat kanguru Papua amat lamban jika berjalan di tanah. Tetapi jika berada di atas pohon, ia tergolong binatang pemanjat yang jempolan. Kaki depannya yang kokoh dengan cakar besar yang kuat, dipergunakan untuk mencengkeram dahan dan daun serta mematahkan kulit kayu yang jadi salah satu makanan mereka.


Telapak kakinya yang kasar dan kuat dipakai agar tidak mudah tergelincir. Sedangkan ekornya yang panjang sering dimanfaatkan sebagai kemudi. Uniknya, perubahan fisik mencolok macam ini, dianggap para ahli sebagai kesalahan alam dalam membangun isinya.

Kanguru pohon hidup dalam hutan tropis yang lebat. Binatang ini amat sulit ditemui. Sebab selain mampu melompat dari pohon ke pohon sejauh 6 meter dengan kecepatan yang mengagumkan, ia pun dilihat karena warna bulunya. Apalagi ia senang memanjat pucuk pohon yang tinggi, untuk mencari daun muda sebagai salah satu makanannya.

Ada dua jenis kanguru yang ada di pulau terbesar yang kita miliki itu. Ada kanguru beruang dengan warna bulu kelabu, sedang satunya disebut kanguru berhias yang punya rambut berwarna merah anggur yang indah dengan muka, perut dan ekor warna kuning. Tetapi ada juga kerabat kangguru ini yang hidup di tanah. Namanya walabi. Ukurannya lebih kecil, berwarna hitam dan mampu lari dengan kecepatan 40 km/jam.

Kepingin lihat? Ada kok di kebun binatang Ragunan, Jakarta. Asal mau datang pagi-pagi, binatang ini biasanya masih berada di tanah. Jadi lebih jelas melihatnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kanguru Pohon, Hewan Endemik Papua, Tercipta Karena Kesalahan Alam"

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.