Bagaimana Mempertahankan Kesuburan Tanah

WartaIPTEK.com - Bagi negara kita yang bagian terbesar penduduknya bekerja di bidang pertanian, kesuburan tanah memiliki arti penting guna mempertahankan ketersediaan pangan, khususnya beras.

Upaya mempertahankan kesuburan tanah sangat perlu dilakukan sejak dini dan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti berikut ini:

Penggunaan Pupuk Organik
Upaya untuk mempertahankan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk organik. Pupuk organik ini dapat berupa kotoran binatang (ayam, lembu, kambing dan sebagainya), dapat pula kompos dari tumbuh-tumbuhan.

Beberapa keuntungan penggunaan pupuk organik ini antara lain:
  • Memperbaharui struktur tanah.
  • Meningkatkan retensi air dalam tanah.
  • Meningkatkan kesuburan tanaman.
  • Mendukung timbulnya mikrobiologi dalam tanah secara baik.
  • Dapat membantu terciptanya stabilitas derajat keasaman (pH) tanah.
  • Dapat mencegah hilangnya mineral dalam tanah karena air hujan dan dapat mencegah terjadinya pencemaran air secara biologis.

Rotasi Tanaman
Rotasi tanaman yang dimaksudkan ialah pergantian jenis tanaman dalam suatu periode tertentu. Dalam satu tahun ada yang menerapkan dua kali padi dan palawija, atau ada pula dengan pola dua kali palawija dan sekali padi; kesemuanya bergantung pada kondisi iklim setempat. Metode rotasi tanaman ini dapat mengembalikan kondisi keseimbangan ekologis dan sistem pertanian berkelanjutan secara praktis. 

Beberapa keuntungan dengan penerapan rotasi tanaman ini antara lain dapat mencegah timbulnya penyusutan tanah, mencegah penurunan kandungan nutrisi dalam tanah, mencegah erosi dan dapat mencegah timbulnya hama dan patogen lainnya.

Sistem rotasi tanaman ini akan lebih baik lagi jika disertai tanaman penutup karena dengan tanaman penutup dapat diperoleh beberapa keuntungan tambahan. Keuntungan itu antara lain mencegah erosi tanah, mengendalikan kandungan nitrogen dan bahan organik lainnya dalam tanah.

Sistem Pertanian Organik Terpadu (SPOT)
Yang dimaksudkan dengan sistem pertanian organik secara terpadu adalah sistem pertanian dengan menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimiawi untuk penyuburan tanah. Pengendalian dan pemberantasan hama diupayakan tidak mempergunakan bahan-bahan kimiawi. Dalam sistem pertanian organik terpadu ini ditekankan pada penerapan sistem rotasi tanaman, tumbuhan hijau, kotoran hewan dan limbah usaha pertanian lainnya.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Barry Commoner, disimpulkan bahwa dengan sistem pertanian organik secara terpadu ini akan menghasilkan produksi yang sama mendekati sama dengan cara konvesional. Secara rinci dijelaskan sebagai berikut:
  1. Produksi sayuran pada sistem pertanian organik besarnya 11% lebih kecil dibandingkan dengan pertanian modern. Namun demikian, pendapatan bersih setiap hektar kurang lebih sama karena dengan biaya produksi dalam sistem pertanian organik lebih kecil dibandingkan biaya pada sistem pertanian modern.
  2. Pada sistem pertanian organik terpadu memerlukan bahan bakar fosil 60% lebih kecil dibandingkan dengan sistem pertanian modern dengan perbedaan luas lahan 3% lebih sempit.
Dari hal itu dapat disimpulkan bahwa sistem pertanian organik secara terpadu dapat membantu mempertahankan kesuburan tanah pertanian.

Penggunaan Bahan Penyubur Sintetis
Penggunaan bahan penyubur sistetis ini terutama sekali telah digunakan oleh petani modern di Amerika Serikat. Bahan ini terbuat dari bahan-bahan nitrogen dan hidrogen sehingga terbentuk amoniak dan garam amonium. Beberapa bentuk nitrat dan urea juga terbuat dari bahan-bahan tersebut. Bahan penyubur sintetis ini dapat digunakan lansung pada tanah-tanah yang padat dengan cara dicampur dengan potasium yang kering.

Bahan penyubur sintetis ini berisi nitrogen, phosphor, dan potasium yang terbuat dari gas alami, sehingga dapat melindungi kesuburan tanah. Namun demikian, bahan penyubur sistetis ini dapat hilang dari dalam tanah karena pencucian oleh air hujan, arus angin dan sebagainya. Untuk optimalnya, penggunaan bahan penyubur sintetis ini harus ditunjang dengan penggunaan bahan organik lainnya.

Dari uraian singkat dan sederhana diatas dapat disimpulkan bahwa upaya mempertahankan kesuburan tanah pertanian dapat dilakukan dengan cara penggunaan bahan organik, rotasi tanaman, sistem pertanian organik secara terpadu dan penggunaan bahan penyubur sintetis. Tentu saja untuk optimalnya hasil yang dicapai kesemuanya itu dapat dilakukan secara terpadu. Dengan demikian, kesuburan tanah pertanian dapat dipertahankan. Bukankah kesuburan tanah pertanian merupakan kekayaan alam yang mahal harganya? [Source Image : cybex.pertanian.go.id; Source Article : Amerta No.1/10/1995]

0 Response to "Bagaimana Mempertahankan Kesuburan Tanah"

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.