Info Baru
Loading...

Abu Abdullah Ibnu Musa Al-Khwarizmi, Bapak Ilmu Aljabar Dan Algoritma

WartaIPTEK.com - Bagi pelajar aljabar sudah menjadi santapannya setiap hari tertentu saat pelajaran matematika. Hampir setiap orang yang sekolah pasti belajar ilmu yang mengutak-atik variabel, angka dan persamaan ini semenjak kelas 1 SD. Ilmu Aljabar diajarkan mulai SD, bahkan hingga jenjang doktor. Namun siapa sangka ilmu yang sedemikian mudah ini merupakan peranti yang ampuh bagi jutaan insinyur dan ilmuwan dalam memecahkan berbagai permasalahan dan penemuan teknologi, yang kelak mengantarkan kehidupan manusia menjadi seperti sekarang ini.

Al-Khwarizmi, seorang ilmuwan muslim terbesar dari Abad ke-8 Masehi yang pertama kali memperkenalkan aljabar pada dunia. Namanya lengkapnya Abu Abdullah Mohammad Ibnu Musa Al-Khwarizmi. Beliau dilahirkan pada tahun 770 Masehi di Khwarizm (Kheva), sebuah kota di selatan Sungai Oxus (sekarang Uzbekistan) dan meninggal pada tahun 847 Masehi. Dia adalah ahli matematika dan astronomi pada masa khalit'ah Al-Ma'mun.


Kedua orangtuanya kemudian pindah ke sebuah tempat di Selatan kota Baghdad (Irak), ketika ia masih kecil. Al-Khwarizmi dikenal sebagai orang yang memperkenalkan konsep algoritma dalam matematika, konsep yang diambil dari nama belakangnya. Maka, beliau lebih dikenal di Eropa dengan sebutan Algorizm, sebuah panggilan yang merupakan cikal bakal nama algoritma. Algoritma adalah suatu metoda berpikir sistematis yang banyak digunakan dalam bidang ilmu komputer.

Al-Khwarizmi banyak menulis buku mengenai aritmetika dan aljabar. Salah satu karyanya adalah De numero indorum (dalam bahasa Latin) yang merupakan terjemahan bahasa Arab dari Brahmagupta, di mana dia memperkenalkan sistem bilangan Hindu yang menggunakan angka 0 sampai 9, beserta harga desimalnya. Sistem inilah yang digunakan secara baku di seluruh dunia hingga saat ini. Padahal pada tahun 1299, sistem bilangan ini pernah dilarang di kota Florence, namun kini kita harus menggunakannya untuk menulis selembar cek.

Pada tahun 830 M, Al-Khwarizmi menulis buku berjudul 'Alkitab Al-mukhtasar Fi Hisab Al-jabr Wal-muqa-bala ' atau The Compendious Book on Calculation By Completion and Balancing. Sebagai buku ajar pada pendidikan dasar matematika, Al-jabr Wal-muqabala dimulai dengan diskusi mengenai persamaan aljabar orde satu dan dua. Buku ini merupakan karyanya yang terpenting dan buku pertama yang memperkenalkan konsep aljabar. 


Aljabar
Aljabar adalah suatu cabang matematika yang berurusan dengan variabel dan persamaan, baik itu linier maupun non-linier seperti persamaan kuadrat, persamaan pangkat tiga dan lain sebagainya. Dewasa ini, aljabar banyak diterapkan di berbagai bidang, seperti bidang ekonomi untuk mencari solusi optimal dari permasalahan biaya produksi. Bidang teknik elektro banyak menggunakan aljabar dalam memodelkan rangkaian listrik. Bidang ilmu komputer untuk memodelkan jaringan, dan lain-lain.

Namun sedikit dari kita yang mengetahui, Al-Khwarizmi, tokoh ilmuwan kebanggan umat Islam yang pertama kali menggunakan dan memperkenalkan konsep aljabar. Dari bukunya yang berjudul 'Al-jabr wal muqabalah', muncul kata aljabar yang kita kenal. Kata Al-jabr bermakna sesuatu yang berhubungan dengan restoration (perbaikan) dan completion (penyelesaian) suatu persamaan matematis. Sedangkan kata muqabalah menunjuk pada proses penyederhanaan atau menyeimbangkan suatu persamaan.

Diophantus, seorang matematikawan Yunani, terkadang disebut sebagai bapak aljabar, namun julukan tersebut lebih tepat ditujukan pada Al-Khwarizmi, mengingat karyanya lebih mendasar dan retoris dibanding Diophantus. Dalam kitab Al-jabr wal muqabalah', Al-Khwarizmi memperkenalkan prinsip posisi suatu bilangan, memperkenalkan enam macam persamaan kuadrat (seperti x2 + 3x=25) dan solusinya disertai berbagai contoh yang jelas.

Pada bukunya, konsep aljabar yang diperkenalkan Al-Khwarizmi mendapat pengaruh dari pengetahuan matematika Hindu, Mesopotamia dan Yunani. Pengaruh matematika Yunani terasa pada penggunaan geometri untuk menjustifikasi persamaan aljabarnya, seperti grafik persamaan kuadrat yang sudah kita kenal semenjak sekolah menengah.

Salah satu permasalahan matematika modern yang dibahas Al-Khwarizmi dalam bukunya adalah pemodelan permasalahan sehari-hari ke dalam persamaan aljabar linier simultan.

Misalnya Alfa membeli 2 batang coklat A dengan harga X rupiah masing-masing dan 4 batang coklat B dengan harga Y rupiah masing-masing. Untuk itu dia harus membayar sejumlah Rp 14.000,00 pada kasir. Hendra membeli 1 batang coklat,A dan 3 batang coklat B dengan membayar sejumlah Rp 8.000,00 Pertanyaannya, berapakah harga sebatang coklat A dan B?

Bagi pelajar SLTP dan SMU, mungkin soa tersebut adalah soal yang sepele, namun jiki bukan karena Al-Khwarizmi, tidak akan mengenal penyederhanaan persoalan di atas ke dalam persamaan linier simultan berikut ini 2x + 4y = 14.000 dan x + 3y = 8.000 yang menghasilkan solusi harga coklat A adalah Rp 5.000,00 dan harga coklat B adalah Rp 1.000,00.

Karya besar
Pengaruh Al-Khwarizmi dalam perkembangan matematika, astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah. Pendekatan yang dipakainya menggunakan pendekatan sistematis dan logis. Dia memadukan pengetahuan dari Yunani dengar Hindu ditambah idenya sendiri dalam mengembangkan matematika. Al-Khwarizmi mengadopsi penggunaan angka nol, dalam ilmu aritmetik dan sistem desimal. Sebuah adopsi yang revolusioner bagi tatanan hidup manusia hingga saat ini. Bayangkan, bagaimana caranya menulis angka satu milyar jika tidak ada angka nol.

Beberapa bukunya banyak diterjemahkan oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona ke dalam bahasa Latin pada awal Abad ke-12. Risalah-risalah aritmetikanya, seperti Kitab Al-Jam'a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra, Alkitab Almukhtasar fi hisab al-jabr wal-muqabala hanya dikenal dari translasi berbahasa Latin. Buku-buku itu terus dipakai hingga Abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar pada universitas-universitas di Eropa. Buku geografinya berjudul Kitab 'Surat-al-Ard'yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.

Al-Khwarizmi juga berjasa dalam mengembangkan tabel trigonometri yang berisikan daftar nilai fungsi sinus untuk berbagai sudut. Bahkan dia juga berperan dalam kalkulus, yaitu memperkenalkan konsep mengenai diferensiasi yang merupakan salah satu pilar ilmu kalkulus yang baru pada Abad 16 diperkenalkan Gottfried Wilhelm Leibniz dengan nama kalkulus diferensial dan kalkulus integral.

Buah pikir Khwarizmi di bidang geografi juga sangat mencengangkan. Dia tidak hanya merevisi pandangan Ptolemeus dalam geografi tapi melakukan perbaikan pada beberapa bagiannya. Bahkan tujuh puluh orang geografer pernah bekerja di bawah kepemimpinannya ketika membuat peta dunia pertama di tahun 830 M yang dibukukan dalam Kitab 'Surat-Al-Ard'. Ia dikisahkan pemah pula menjalin kerjasama dengan Khalifah Mamun Al-Rashid ketika menjalankan proy'ek untuk mengetahui volume dan lingkar bumi.

Karya-karya Al-Khwarizmi dalam bidang geografi telah jauh mengungguli geografer Barat pada masa itu. Baru beberapa abad kemudian, melalui pelayaran Magelhans, Barat baru mengetahui bumi berbentuk bola.

Al-Khwarizmi dengan pengetahuan dan kepandaiannya telah mengantarkan dirinya menjadi salah satu tokoh perintis dan terhormat dalam perkembangan ilmu pengetahuan dewasa ini. Karya-karyanya bahkan menjadi kerangka dasar para matematikawan Eropa sekaliber Leibniz, Newton, Descartes dan lain-lain. Memang terbukti firman Allah dalam surat Al-Mujadalah ayat 11, "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Ilmu membuat seseorang menjadi lebih mulia dibanding lainnya. Semoga di masa mendatang akan lahir kembali ilmuwan muslim sekaliber Al-Khwarizmi. [Sumber : Berbagai sumber]

0 Response to "Abu Abdullah Ibnu Musa Al-Khwarizmi, Bapak Ilmu Aljabar Dan Algoritma"

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.