Pelatuk Sendok (Platalea leucorodia), Burung Langka yang Hidup di Perairan

WartaIPTEK.com - Memang Indonesia kita yang tercinta ini kaya akan hewan maupun tumbuh-tumbuhan. Tidak terhitung berapa jenis tumbuhan yang hidup di negara kita ini, contohnya Kebun Raya Bogor di mana terdapat beribu-itbu jenis pohon-pohonan dan begitu juga di taman-taman margasatwa serta di cagar-cagar alam di negara kita ini banyak sekali terdapat hewan-hewan dari berbagai-bagai jenis, baik yang melata, yang hidup di darat, di pohon maupun di air, semuanya terdapat di sana.

Karena letak geografis negara kita ini yang terletak di antara dua benua yang besar yaitu benua Asia dan Australia,maka banyaklah hewan-hewan yang terdapat di negara kita ini yang tidak terdapat di negara-negara lainnya. Salah satunya adalah jenis burung yang dalam bahasa Indonesianya disebut Pelatuk Sendok. Dalam bahasa latin burung Pelatuk Sendok disebut Platalea leucorodia. Panjang burung ini yang diukur dari ujung paruh sampai ke ujung ekor berkisar di antara 75 sentimeter, besar tubuhnya kira-kira sebesar Pelatuk Besi atau Cangak Abu.


Bulu-bulu di semua bagian badannya berwarna putih bersih. Pada waktu musim membiak burung jantan memakai bulu-bulu hias halus putih di kepalanya yang memanjang ke belakang membentuk semacam kuncir. Bulu-bulu hias ini yang dimaksudkan untuk menarik perhatian burung-burung betinanya, menambah keindahan dan keagungan burung jantan itu.

Kaki dan paruhnya berwarna kehitam-hitaman. Paruhnya panjang, ujungnya melebar ke kiri dan ke kanan, gepeng serta membulat, bentuknya seperti sebuah sendok. Oleh sebab itu dinamakan orang Pelatuk Sendok. Paruhnya yang aneh dan berbentuk khas ini memang sesuai dengan kegunaannya yang khusus pula, yaitu untuk mengerok, menyendok, kemudian menyaring dan memilih makanannya yang didapat dari daerah perairan yang dangkal. Makanan Pelatuk Sendok adalah binatang-binatang kecil dan tumbuh-tumbuhan yang hidup di air.

Burung Pelatuk Sendok ini bersarang di atas pohon yang dibuatnya dari ranting-ranting ganggang laut, dan setiap sarang pada umumnya berisi dua butir telur atau lebih.

Bentuk paruh anak Pelatuk Sendok yang masih kecil berbeda paruh induknya. Paruh anaknya yang pendek dan runcing lama-kelamaan akan mengalami perubahan, memanjang dan memipih serta membundar di ujungnya, sehingga pada akhirnya seekor Pelatuk Sendok dewasa mempunyai paruh yang sempurna berbentuk seperti paruh induknya.

Jenis burung ini pernah terdapat di pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTT dan Papua. Sedangkan di cagar alam Pulau Dua yang merupakan surga burung di teluk Banten pernah ditemukan Pelatuk Sendok yang sedang mengerami telur di dalam sarangnya. Sedangkan jenis Pelatuk Sendok ini adalah burung-burung pendatang dari benua Australia, oleh sebab itu sangat jarang kita temukan di tanah air kita. 

0 Response to "Pelatuk Sendok (Platalea leucorodia), Burung Langka yang Hidup di Perairan"

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.