Petunjuk Ganti Motherboard

WartaIPTEK.comPetunjuk Ganti Motherboard - Ganti motherboard tak semudah ganti perangkat keras lain. Ada beberapa hal yang hams dilakukan. Mulai dari mengenali semua perangkat yang dipakai sekarang hingga mempersiapkan sistern operasi.

Suatu saat (bilang amit-amit sambil ketuk-ketuk meja), motherboard bisa saja rusak. Namanya juga barang elektronik yang dipakai berjam-jam.Tentu saja ada risiko rusak. Lebih berisiko lagi kalau ada overclock.

Kalau rusaknya parah, mau tak mau motherboard harus diganti. Nah, ganti motherboard ini bukan perkara gampang pula, tidak seperti ganti hard disk. Ketika ganti hard disk, kita hanya perlu tahu sistem file yang digunakan (FAT32 cuma dukung sampai 32GB, NTFS sampai 2TB), koneksi yang digunakan (SATA atau IDE).



Ketika kita hendak ganti motherboard, kita harus memperhatikan hampir semua perangkat keras yang ada. Apa prosesornya bisa dipasang pada motherboard baru? Apa kartu grafisnya pun bisa? Apa power supply-nya harus diganti? Jangan-jangan saya harus ganti casing komputer? Wah, repot. Intinya: pastikan semua perangkat keras cocok dengan motherboard baru.

Pas Anda sudah yakin semuanya cocok pun, masih ada tahap-tahap yang cukup panjang yang perlu Anda lalui. Di sinilah Warta IPTEK mau beri tahu langkah-langkah itu.

Persiapkan Windows
Langkah pertama adalah mempersiapkan sistern operasi. Warta IPTEK berasumsi kalau kebanyakan pembaca/pengunjung pakai sistern operasi Windows. Pada sistern operasi lain, logikanya tak berbeda, hanya caranya saja yang bisa berbeda.

Uninstall segala sesuatu yang diinstal dari CD atau DVD motherboard lama. Yang pasti harus di-uninstall adalah driver motherboard karena driver itu pasti diinstal. Driver perangkat on-board pun harus di-uninstall. Aplikasi lain dari CD atau DVD motherboard, kalau terinstal, harus di-uninstall. Uninstall dilakukan seperti biasa via "Add Remove Programs" di Windows XP atau "Uninstall a Program" di Windows Vista/Windows 7.

Driver untuk perangkat tambahan alias add-on tak perlu di-uninstall. Tapi, mungkin saja Anda harus instal ulang tatkala motherboard baru dipasang. Biasanya driver kartu grafts yang begitu.

Buat back-up. Simpan seluruh file penting ke tempat lain, ke dalam keping DVD bisa, ke dalam hard disk eksternal lebih baik lagi. Kalau Anda merasa perlu dan punya perantinya, Anda bisa melakukan back-up pada seluruh sistern dengan membuat image tentunya.

Jangan lupakan masalah aktivasi, apalagi aktivasi Windows. Pada beberapa aplikasi, Anda bisa melakukan aktivasi ulang setelah motherboard diganti. Contohnya Adobe. Dalam kasus Windows, Anda mungkin tak bisa melakukan aktivasi lewat internet. Anda harus menghubungi Microsoft lewat nomor telepon. Kalau saja Windows Anda adalah Windows asli, Anda akan mendapati nomor telepon yang harus dihubungi ketika Anda memilih aktivasi via telepon.

Bongkar!
Berikutnya, apalagi kalau mulai membongkar casing. Jangan lupa: komputer tak boleh terhubung ke listrik. Siapa yang mau kesetrum? Setelah itu, bawa komputer ke tempat yang agak lega, supaya Anda bisa leluasa.

Setelah casing terbuka, cabut perangkat-perangkat tambahan (add-on), seperti kartu gratis atau kartu suara. Biarkan kipas, prosesor, dan memori tercolok. Mereka dicabut setelah motherboard keluar dari casing. Hard disk dan drive optik dibiarkan saja di dalam casing.


Cabut kabel yang terhubung ke motherboard. Dengan obeng, lepaskan semua sekrup yang membuat motherboard "nyangkut" di casing. Setelah motherboard keluar, barulah cabut kipas prosesor, prosesor, dan memori. Hati-hati menaruh perangkat-perangkat ini. Anda tak mau kan perangkat-perangkat itu rusak?

Mumpung dibongkar, sekalian bersihkan bagian dalam casing dan semua perangkat. Siapa tahu komputer Anda sudah berdebu? Bersihkan dengan kuas dengan sedikit mengarahkan bagian casing yang dibuka ke arah lantai. Kalau debunya sudah kelewat tebal, baiknya Anda pakai masker.

Rakit Lagi
Setelah Anda mengucapkan selamat tinggal pada motherboard lama, ucapkan selamat datang pada motherboard baru. Keluarkan dirinya secara perlahan dan hati-hati dari dalam kotak, biar motherboard baru tidak rusak. Teliti perbedaan tata letak dengan motherboard lama.

Pasang lagi prosesor dan kipasnya, juga memori ke motherboard. Dekatkan ke casing, colokkan kabel-kabel yang bisa dicolok. Setelah itu, barulah posisikan dengan benar ke dalam casing. Ketika memasukkan motherboard ke dalam casing, jangan sampai memori atau kipas prosesor terbentur. Setelah  posisinya tepat, pasang lagi semua sekrup. Colokkan kabel-kabel yang tersisa.

Colokkan perangkat-perangkat tambahan yang ada.Tanpa perlu menutup casing, hubungkan komputer ke listrik. Kenapa casing tidak ditutup? Masalah efisiensi tenaga saja. Kalau ada masalah, kita tak perlu bongkar casing lagi untuk meneliti perangkat. Langsung nyalakan komputer.

(Lagi-lagi) Persiapkan Windows
Ketika berhasil masuk Windows, kita tak bisa langsung pakai. Windows akan mendeteksi adanya perangkat baru, apalagi kalau bukan si motherboard. Biarkan saja Windows menjalankan tugasnya. Kalau muncul kotak dialog yang menanyakan CD atau DVD driver, jawab dengan mengklik [Cancel]. Komputer mungkin akan restart beberapa kali.

Setelah Windows sepertinya sudah berhenti melakukan instalasi, kita akan mulai instalasi driver motherboard secara manual. Siapkan CD atau DVD driver motherboard dan lakukan instalasi dengan urutan sebagai berikut: driver inti motherboard, driver perangkat yang tercolok ke motherboard alias perangkat on-board, driver kartu grafis, dan perangkat-perangkat lain.

Anda bisa memeriksa "Device Manager" untuk mengetahui perangkat yang butuh instalasi driver. Perangkat seperti itu biasanya ditandai dengan tanda tanya berwarna kuning. Setelah semua driver diinstal, yah sudah. Apa lagi? Komputer sudah bisa dipakai seperti biasa.

0 Response to "Petunjuk Ganti Motherboard "

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.