Info Baru
Loading...

Fenomena Go-Jek, Startup Yang Akan Menjadi Zombie Di Indonesia

WartaIPTEK.com - Masyarakat urban nampaknya bisa sedikit bernafas lega. Di tengah kondisi transportasi yang kian semrawut saat ini, terutama di Jakarta, Gojek hadir di Indonesia. Bahkan perekrutannya yang fenomenal pun menjadi sorotan banyak media.

Startup ini seakan menjadi oase di tengah makin sulitnya ekonomi saat ini. Hal-hal yang membuatnya sangat diminati adalah :
• Sistem perekrutan yang simple
• Branding yang mengena
• Pemahaman yang baik terhadap pasar lokal
• Sistem kerja yang mudah
• Berbagai kemudahan yang didapatkan oleh para pen-gendara
• Sistem komisi yang sangat menjanjikan
• Batasan usia yang fleksibel
• Serta kebutuhan akan tenaga pengemudia yang sangat banyak
• Pengemudi mendapat fasilitas smartphone yang bahkan bisa mereka pakai untuk kebutuhan pribadi


Dari laporan berbagai sumber, ketika perekrutan memang cukup mengejutkan. Banyak sekali calon-calon pengemudi berasal dari pegawai-pegawai kantoran bahkan manajer.

Transportasi di Indonesia (terutama di Jakarta), bukan hanya masalah serius yang harus segera dipecahkan, namun ini ternyata merupakan celah bisnis yang sangat besar di tanah air.

Padahal perusahaan taksi lokal Blue Bird yang sudah dikenal sebagai pemain yang dominan untuk masalah transportasi di Jakarta bisa jadi mulai terancam.

Dan meski mereka berhasil melakukan IPO senilai $200 juta (sekitar Rp 2,6 triliun) di Bursa Efek Indonesia, bagaimanapun, dengan kondisi lalu lintas yang sangat "aduhai", kebanyakan warga ibu kota cenderung memilih motor sebagai moda transportasi paling efektif dan efisien.

Potensi Pasar
Jumlah penduduk di Jakarta saja saat ini sudah mencapai kurang lebih 9.608 juta. Sebuah populasi yang sangat fantastis. Di mana sekitar 1,38 juta orang saat ini di Jakarta pulang pergi ke kota satelit setiap harinya.

Sementara 58% mereka yang pulang pergi ke Jakarta saat ini menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi utama.

Sedangkan 70%-nya lagi yang tinggal di luar Jakarta lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi untuk mengakses ibukota.

Terkait dengan sejumlah alasan tertentu, sebagian warga di Jakarta saat ini telah memilih TransJakarta sebagai sarana transportasi mereka. Namun pada kuartal pertama 2015, penumpang TransJakarta justru menurun sebanyak 8,5% jika dibandingkan dari tahun 2014.

Dan meski TransJakarta sudah menyiapkan 51 bus tambahan baru tahun ini, Gubernur Jakarta, Ahok mengatakan bahwa jumlah tersebut masih kurang untuk mengakomodasi semua kebutuhan warga.

About The Founder
Sang Founder, Nadiem Makarim adalah lulusan Brown University, Bachelor Of Arts International and Affair. Dia lulus tahun 2006 lalu. Kemudian tahun 2009-2010 ia kuliah MBA di Harvard Bussiness School.

Sebelum di Gojek, Nadiem pernah mendirikan McKinsey & Company Associate, Ia juga pemah menjabat Managing Director di Zalora, serta menjadi Chief Innovation Officer di Kartuku.

Masa Depan Gojek
Saat ini, di Jakarta, jumlah pengemudi Gojek sudah lebih dari 50.000 orang. Sementara di Surabaya sendiri, menurut hasil investigasi kami juga sudah melebihi 2000 pengemudi.

Gojek juga memberikan layanan yang cukup variatif. Mulai dari order membawa penumpang, order belanja apapun (mulai dari barang hingga tiket bioskop), kurir instan, serta antar makanan.

Dan selain di Jakarta, Bandung, dan Surabaya, Gojek sudah melebarkan sayap ke Bali. Dan dalam waktu dekat adalah Yogyakarta.

Lantas bagaimana dengan dukungan pemerintah sendiri? Menurut pengakuan salah satu karyawan, saat ini memang tim tengah melakukan pendekatan mengenai sarana angkutan umum.

Dan Gojek juga masih banyak mendapatkan kendala. Bukan hanya gesekan dengan ojek lokal yang seringkali terekspos di media massa, tapi juga dengan pihak kepolisian.

Baru-baru ini kepolisian juga melakukan pengamanan terhadap sejumlah pengemudi Uber. Jadi, kondisi yang sama mungkin saja terjadi karena ojek sifatnya ilegal.

0 Response to "Fenomena Go-Jek, Startup Yang Akan Menjadi Zombie Di Indonesia"

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.