iklan space 728x90px

Mengajarkan Personal Hygiene pada Anak: 7 Kebiasaan yang Perlu Dibangun Sejak Dini


Semua kebiasaan baik harus dimulai sejak dini, termasuk mengunjungi dokter gigi anak secara rutin. Ketika sudah dewasa, mereka sudah terbiasa melakukan perawatan gigi sebagai salah satu kebiasaan baik. Selain menjaga kebersihan mulut dan gigi, anak-anak juga perlu memiliki kebiasaan yang berdasar pada personal hygiene atau kebersihan diri.

Kebersihan diri bukan hanya hal dasar yang harus dilakukan semua orang. Tapi juga kebiasaan yang harus ditanamkan sejak masa kanak-kanak dan dijaga hingga dewasa. 

Kenapa Anak Perlu Rutin ke Klinik Gigi Anak Terdekat

Pertama, anak harus memiliki kebiasaan baik untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Anak bisa datang untuk pemeriksaan rutin untuk melihat kesehatan gigi secara umum. Klinik yang khusus menangani anak akan siap untuk menemani dan mengarahkan dalam merawat gigi hingga cukup umur.

Ajarkan 7 Kebiaasaan Ini Sejak Dini

Rajin Mencuci Tangan

Ketika bermain, anak-anak akan terus-menerus menyentuh berbagai hal. Karena itu, kalian harus mengajarkan kebiasaan untuk mencuci tangan selesai bermain atau ketika akan memegang makanan. Kebisaan ini akan mengajarkan anak untuk lebih sadar atas kebersihan diri.

Disiplin Menggosok Gigi

Masa tumbuh gigi yang dimulai saat bayi berarti bukan hanya mempersiapkan untuk mencoba berbagai tekstur makanan. Kalian juga harus siap untuk mengajarkan kebiasaan menggosok gigi dua kali dalam sehari. Kebiasaan ini bisa dimulai saat balita dengan membiarkan anak memegang sendiri sikat gigi yang dimiliki.

Kalian bisa mengajarkan perawatan lebih lanjut sesuai dengan usia anak. Mulai dengan mengajarkan cara berkumur, dan juga perlahan memperbaiki teknik menggosok gigi dengan baik untuk hasil maksimal. Tapi yang paling penting adalah anak jadi tahu dan sadar bahwa mereka harus menggosok gigi dua kali sehari untuk menjaga kesehatan rongga mulut. 

Membersihkan Telinga dan Hidung

Anak-anak memang tidak bisa membersihkan sendiri rongga telinga dan hidung. Akan tetapi, kalian bisa membantu mereka untuk tahu kenapa penting menjaga kebersihan kedua organ ini. Salah satu cara yang bisa kalian lakukan adalah dengan membuat jadwal untuk membersihkan telinga dan hidung anak hingga akhirnya jadi satu kebiasaan. 

Mandi Hingga Bersih

Kebiasaan untuk mandi harus jadi satu kebiasaan dasar yang dimiliki semua orang. Tapi anak juga harus paham tujuan mandi adalah untuk membersihkan tubuh dan bukan sekedar main air. Untuk permulaan, Kalian bisa menambahkan berbagai hal untuk membuat pengalaman mandi jadi menyenangkan. 

Mengenakan Pakaian Yang Bersih

Salah satu kebiasaan anak-anak adalah hanya mengenakan pakaian yang ia suka. Yang sering terjadi adalah mereka hanya mengenakan satu macam pakaian saja tanpa peduli apakah pakaian itu bersih atau masih kotor.

Kalian harus bisa mengajarkan mengenakan pakaian bersih sebagai satu hal penting. Bukan hanya untuk dikenakan setelah mandi, tapi juga untuk menjaga kebersihan kerapian penampilan. Mengajarkan kebiasaan ini sejak dini bisa membuat anak jadi lebih percaya diri di masa depan. 

Etika Saat Bersin dan Batuk 

Kebanyakan anak tidak tahu etika yang benar saat bersin ataupun batuk. Jadi, kalian harus mengajarkan untuk menutup area mulut dan hidung dengan lengan ketika akan bersin dan batuk. 

Sebagian besar orang mengira menutup mulut dengan tangan saja sudah cukup. Padahal, cara itu hanya akan memindahkan bakteri dari mulut ke tangan. Yang lalu tanpa sadar digunakan untuk memegang benda lain. 

Kebiasaan di Toilet yang Baik

Bagaimana bertingkah laku di toilet memang terdengar seperti satu hal yang alami dilakukan. Tapi, kalian juga perlu mengajarkan kepada anak tata cara yang baik. Mulai dari bagaimana menggunakan toilet hingga harus mencuci tangan setelah selesai. Termasuk juga tidak memainkan keran, terutama saat menggunakan toilet umum.

Tips Menanamkan Kebiasaan Baik

Beri Contoh Langsung

Salah satu cara terbaik dalam mengajar adalah dengan memberikan contoh langsung. Anak bisa dengan mudah mengingat dari apa yang dilihat secara langsung. Jadi, jika kalian ingin mengajarkan anak untuk rutin menggosok gigi, kalian harus menggosok gigi bersama mereka. Tunjukkan gerakan menggosok yang benar agar anak bisa meniru dengan tepat. 

Memberikan contoh secara langsung juga akan memperkuat ikatan dengan anak. Karena selain meniru tindakan, anak juga akan meniru berbagai kebiasaan lain yang mungkin tidak kalian sadari. 

Lakukan Secara Berulang

Pengulangan akan menanamkan kebiasaan pada anak dengan baik. Mereka akan melihat bagaimana hal itu dilakukan dan mengingat semua hingga hal terkecil. 

Ketika melakukan pengulangan, kalian juga bisa mengajarkan disiplin terutama tentang waktu. Misalnya, untuk membuat anak tidur sebelum pukul 9 malam, kalian bisa mulai dengan mengajak mereka untuk menggosok gigi pada pukul 8 malam. Diikuti dengan kebiasaan lain yang menyiapkan mereka untuk istirahat di malam hari. 

Rutin Beri Pujian 

Positive reinforcement atau dukungan bersifat positif adalah satu hal yang banyak digunakan untuk mengajar anak-anak. Ketika mereka bisa melakukan sesuatu dengan benar, kalian bisa memuji keberhasilan yang sudah dilakukan. Dan ketika mereka gagal atau melakukan kesalahan, kalian bisa fokus pada hal positif lain, sambil tetap mengarahkan anak pada tindakan yang benar.

Memberikan pujian bisa membuat anak merasa lebih percaya diri. Hal ini penting, terutama karena anak masih pada masa-masa pembentukan kepribadian. Kalian juga harus bisa memastikan pujian yang diberikan tidak berlebihan, sehingga anak tidak merasa terpaksa atau harus berpura-pura agar dapat pujian. 

Jadikan Pengalaman Menyenangkan

Kebiasaan baik akan lebih mudah diingat saat jadi bagian dari pengalaman yang menyenangkan. Misalnya, ketika mengajarkan untuk mandi hingga bersih, kalian bisa menggunakan handuk atau peralatan mandi dengan tema yang disukai anak. Cara ini akan membuat anak merasa tertarik untuk mandi dan menganggap pengalaman itu sebagai satu hal yang menyenangkan.

Ada begitu banyak cara yang bisa kalian lakukan untuk membuat kebiasaan baik jadi hal yang menyenangkan. Tapi, kalian juga harus bisa terus menemukan berbagai cara baru yang kreatif agar anak tetap merasa tertarik dan tidak merasa terbebani. Kalian juga bisa mengajak anak untuk ikut berpartisipasi dan memberikan ide kegiatan. 


Menanamkan kebiasaan baik bukan hanya harus dimulai sejak usia dini, tapi juga harus terus dijaga hingga dewasa. Kalian bisa mengingat sendiri bagaimana beberapa kebiasaan kalian berasal dari kejadian di masa kecil. Misalnya, saat menggosok gigi sebelum tidur dan juga ketika bangun tidur yang diajarkan sat kanak-kanak. 

Sekarang, kalian bisa mengajarkan kebiasaan baik dengan cara mendatangi dokter gigi anak secara rutin. Memiliki jadwal temu yang rutin akan mengajarkan anak untuk bersosialisasi sekaligus belajar cara merawat kesehatan gigi. Adanya AUDY Dental sebagai klinik gigi anak terdekat bisa jadi sangat menguntungkan kalian karena kalian dijamin akan mendapatkan layanan yang profesional dan juga penuh keramahan. 


https://trainingexpress.org.uk/basic-personal-hygiene-habits-to-practice-in-daily-life/

https://www.miltonbaby.co.uk/toddlers/how-to-teach-personal-hygiene-to-children/

https://www.healthline.com/health/personal-hygiene#types

https://www.helperchoice.com/c/personal-hygiene-habits-for-kids/

Follow Warta Iptek di Google News

0 Response to "Mengajarkan Personal Hygiene pada Anak: 7 Kebiasaan yang Perlu Dibangun Sejak Dini "

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.