iklan space 728x90px

Mengintip Daya Gempur Helikopter Apache AH-64, Heli Serbu dengan Sistem Persenjataan Canggih


Keandalan helikopter tempur Apache AH-64 tidak diragukan lagi. Medan tempur Panama, Balkan, Irak, dan Afghanistan menjadi bukti kesuksesan armada helikopter itu. Untuk memperkuat TNI, tidak salah kiranya jika pemerintah melirik Apache untuk menjadi salah satu tulang punggung kekuatan RI.

Di dalam konteks pembangunan kekuatan pokok minimum (minimum essential force/MEF), memang ada heli serbu yang diperlukan untuk Angkatan Darat. Heli serbu itu bermacam-macam, ada Apache, Black Hawk, dan lainnya.

Pengadaan helikopter Apache dari Amerika Serikat menambah kekuatan pertahanan Indonesia, mengingat alutsista TNI yang sudah usang dan tua, berusia sekitar 60-70 tahun.

Helikopter Apache merupakan salah satu jenis helikopter jenis serbu yang andal dan terbukti dalam berbagai medan pertempuran. Model paling maju, yaitu AH-64E Apache Guardian, dilengkapi dengan serangkaian sensor dan sistem persenjataan canggih. Perbaikan utama jika dibandingkan dengan model A ialah kubah radar AN/APG-78 Longbow dome yang dipasang pada rotor utama yang menempatkan sistem target dengan radar kontrol tembakan. Selain itu, ada radar frequency interferometer (RFI) yang mampu menembak sasaran tanpa harus melihat target meskipun terhalang bukit.

AH-64E terus dikembangkan dengan menyempurnakan Blok III pada 2008 yang mencakup program digitalisasi komponen penerbangan dan sistem radio taktis yang memungkinkan helikopter itu memiliki kemampuan untuk mengendalikan diri dan dikontrol dari darat seperti pesawat tanpa awak.

Apache memiliki empat rotor utama dan empat rotor ekor. Pilot duduk di belakang dan penembak berada di depan dalam ruang kokpit berperisai. Helikopter ini dipersenjatai dengan meriam rantai M230 berkaliber 30 mm yang dilengkapi dengan sistem penentu target sasaran (TADS).

Selain itu, AH-64E mampu membawa beberapa kombinasi persenjataan yang ditempatkan pada pangkal sayapnya, seperti gabungan rudal antitank AGM-114 Hellfire, roket Hydra 70, dan rudal udara ke udara AIM-92 Stinger, untuk mempertahankan diri.

AH-64E dirancang mampu beroperasi pada waktu siang atau malam dan dalam segala cuaca dengan menggunakan kelengkapan avionik dan elektronik seperti sistem penanda dan perolehan sasaran, sistem penglihatan malam (PNVS), GPS, dan sistem paparan bidikan dan helmet terpadu (IHADSS).

Karakteristik Umum

  • Kru: 2
  • Panjang: 17,73 meter
  • Diameter baling-baling: 14,6 meter
  • Tinggi: 3,87 meter
  • Bobot kosong: 5,16 ton
  • Bobot isi: 8,16 ton
  • Bobot maksimum lepas landas: 9,5 ton
  • Mesin: 2 x Turboshaft General Electric T700-GE-701 dan kemudian ditingkatkan dengan menggunakan sepasang mesin T700-GE-701D
  • Sistem rotor: 4 rotor utama dan 4 rotor ekor

Kinerja

  • Kecepatan maksimal: 300 km/jam
  • Kecepatan jelajah: 265 km/jam
  • Batas ketinggian: 6,4 km

Laju Panjat

  • Kecepatan menanjak/naik: 762 meter/menit

Persenjataan

  • Senjata: 1 x 30 x 113 mm (1,18 x 4,45 in) meriam rantai M230, 1.200 butir peluru
  • Roket: roket Hydra 70 FFAR
  • Rudal: Gabungan AGM-114 Hellfire, AIM-92 Stinger, dan AIM-9 Sidewinder

Follow Warta Iptek di Google News

0 Response to "Mengintip Daya Gempur Helikopter Apache AH-64, Heli Serbu dengan Sistem Persenjataan Canggih"

Posting Komentar

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.