Tindakan Tepat terhadap Pasien atau Penderita Gaduh Gelisah

WartaIptek.com - Marah-marah, mengamuk, dan mengancam akan membunuh adalah gejala gangguan jiwa yang disebut gaduh gelisah. Keadaan ini perlu diketahui dan dikenali baik (gejala maupun cara mengatasinya) bukan karena angka kejadiannya yang tinggi, tetapi karena keadaan ini dapat membahayakan bagi diri pasien dan menjadi ancaman bagi lingkungan.

Gejala gaduh gelisah biasanya timbul tiba-tiba, bicara banyak, jalan mondar-mandir atau tidak jarang berlari-lari dan meloncat-loncat bila keadaan itu berat. Mimik muka terlihat bingung, marah-marah, atau ketakutan. Ekspresi ini melukiskan adanya gangguan afek emosi dan proses berpikir yang tidak realistis. Tidak jarang disertai dengan waham kejar atau halusinasi yang menakutkan. Pasien bersikap permusuhan dan mungkin menjadi agresif dan destruktif. Oleh karena itu, semua gaduh gelisah menjadi berbahaya bagi dirinya dan lingkungan. Bila pasien gaduh gelisah tidak ditolong atau dihentikan, bukan tidak mungkin pasien akan kelelahan dan kehabisan tenaga atau akan mengalami kecelakaan. Gaduh gelisah bukan suatu diagnosis tetapi gejala yang penyebabnya beragam seperti gangguan jiwa berat (ODGJ) atau suatu gangguan otak organik dan sebagainya.

Beberapa prinsip tindakan yang dapat dilakukan perawat, keluarga, atau sekuriti pada pasien gaduh gelisah antara lain:
  • Ketika berhadapan dengan kondisi kedaruratan seperti percobaan bunuh diri (tentamina suicide) atau gaduh gelisah yang terpenting adalah safety, menjaga keamanan diri pasien dan lingkungannya.
  • Bila pasien membawa senjata tajam atau sesuatu benda yang berbahaya, segera lapor petugas keamanan; sekuriti atau polisi untuk mengamankan.
  • Setelah diamankan lakukan pemeriksaan kantong baju atau tubuhnya, apakah membawa senjata atau benda-benda lain yang berbahaya seperti korek api.
  • Keluarga dan atau petugas kesehatan yang menolong harus bersikap tenang, karena sikap tenang akan menular pada pasien. Bila keluarga atau petugas yang merawat panik, maka pasien akan semakin gelisah.
  • Keluarga dan petugas kesehatan harus bersikap tegas tetapi tidak boleh mengancam. Tegas itu dengan mengatakan pada pasien memukul atau mengancam orang atau memecahkan kaca itu tidak diperkenankan karena akan membahyakan diri dan lingkungannya.
  • Menenangkan pasien gaduh gelisah dapat dilakukan dengan cara memberi rasa aman dan perlindungan pada pasien. Seseorang akan marah bila dia merasa terancam dan tidak aman.
  • Bila dengan upaya ini masih belum berhasil maka langkah selanjunya fiksasi di tempat tidur, tidak boleh menggunakan borgol atau tali yang kasar (sebaiknya tali pengikat terbuat dari kain).
  • Ikatan pada tangan dan kaki jangan terlalu kencang karena akan melukai atau terlalu longgar karena akan lepas.
  • Setelah itu, lakukan pemeriksaan tanda-tanda vital pasien seperti kesadaran, tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan sebagainya.
  • Tempatkan pasien di ruang yang aman, jauhkan dari benda-benda yang dapat dijadikan senjata, lampu cukup terang, ada jam dan kalender untuk mempertahankan orientasi.
  • Pendampingan oleh kerabat terdekat merupakan lingkungan yang mempercepat perbaikan.
  • Usahakan tidak melakukan konfrontasi atau mengancam pasien karena jika ini dilakukan pasien akan marah dan cenderung tetap dalam kondisi gaduh gelisah.
  • Peran keluarga dan perawat penting, bicara dengan jelas dan hindari kontak mata yang lama serta selalu jaga jarak.
  • Sangat penting pada keluarga dan petugas kesehatan yang merawat sikap empati, terutama pada pasien yang merasa kecewa dan putus asa.
  • Hati-hati, wawancara yang dilakukan dapat memicu perilaku kekerasan.
  • Usahakan mendapat informasi sebanyak-banyaknya tentang diri pasien.
  • Pertanyaan tertutup merupakan pertanyaan yang efisien untuk mendapat informasi dalam keadaan ini.
  • Bangun kepercayaan dengan pasien, tawarkan makan atau minum akan mempercepat pasien kooperatif.
  • Ketika mengelola pasien kedaruratan termasuk gaduh gelisah gunakan waktu secara efisien dan selalu berpikir bahwa ini adalah kesempatan satu-satunya.

Setelah diagnosisnya ditegakkan oleh dokter yang merawat, beri obat sesuai dengan anjuran dokter.

Pasien gaduh gelisah membahayakan bagi pasien sendiri dan orang-orang di sekelilingnya karena cara pengambilan keputusan pasien lemah. Tujuan penting dilakukannya perawatan yakni untuk menjadikan pasien atau penderita merasa tenang dan tidak bersikap gaduh gelisah lagi.

Share this article / Bagikan Artikel Ini! :