Info Baru
Loading...

Lobak Cocok untuk Diet, Ketahui Khasiat Lobak Lainnya!

WartaIptek.com - Mungkin banyak di antara Anda yang kurang suka aroma lobak. Namun, lobak cukup lezat jika sudah diolah menjadi masakan, soto misalnya. Umbi ini rendah lemak dan karbohidrat, sehingga bisa masuk daftar menu bagi mereka yang sedang diet. Lobak juga berkhasiat sebagai obat, seperti meredakan demam dan sakit tenggorokan.

Tanaman lobak berasal dari dataran Asia dan Eropa. Tergolong satu famili dengan kubis, turnip, brokoli, kale, dan kubis bunga (bbemkol). Tanaman lobak merupakan sayuran umbi semusim berbentuk rumput yang dapat ditanam sepanjang tahun, baik di musim hujan maupun kemarau.

Tanaman lobak memiliki batang pendek yang hampir tidak tampak. Akarnya berupa akar tunggang yang tumbuh membengkok, membesar, dan memanjang menyerupai umbi. Bagian umbi inilah yang dkonsumsi sehari-hari. Lobak banyak ditanam di daerah sentra penghasil sayuran, Cipanas, Cianjur, Lembang, dan Brastagi.

Early Scarlet
Jenis lobak dapat dibedakan berdasarkan umur panen, warna, dan bentuk umbi. Berdasarkan umur panennya, lobak dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu jenis genjah, tengahan, dan dalam.

Lobak jenis genjah biasanya dipanen pada umur 25-40 hari. Bila terlambat dipanen, umbi lobak akan menjadi keras. Contoh varietas yang termasuk jenis genjah adalah early scarlet globe, cherry belle, commet, cavalier, dan sparkler, yang berumbi bulat.

Lobak jenis tengahan memiliki umur panen lebih panjang, yaitu 40-60 hari. Contoh varietas yang termasuk jenis tengahan adalah chartier, white starsburg yang berumbi panjang, serta golden globe yang berumbi bulat.

Lobak jenis dalam memiliki umur panen yang paling lama, yaitu 60-80 hari. Contoh varietas lobak yang termasuk jenis dalam adalah rose, whitte chunise, ronne black, Spanish, dan sakurajims.

Berdasarkan warna dan bentuk umbinya, lobak dibedakan atas beberapa jenis, yaitu lobak lokal, daikon. dan radis (radish). Lobak lokal merupakan jenis yang sehari-hari banyak ditemui di pasaran. Umbinya berwarna putih, bulat memanjang, ujungnya meruncing atau tumpul seperti singkong.

Panjang umbi sekitar 20 cm dan berat sekitar 0,5 kg. Rasanya segar dan agak pedas. Bila dipanen lebih cepat. Ukuran umbinya menjadi lebih pendek, sekitar 5-10 cm. Lobak mini inilah yang di pasaran dikenal sebagai lobak lilin.

Lobak daikon merupakan lobak hibrida yang berasal dari Jepang yang dewasa ini sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Umbinya besar (panjang dapat  mencapai 60 cm dan berat 2 kg), berbau tidak begitu sengak, rasanya agak manis dan tidak getir. Di Indonesia, daikon biasanya dipanen agak awal, sehingga panjang umbi sekitar 30-40 cm.

Radis (radish) merupakan lobak jenis luar negeri yang sudah mulai diusahakan d Indonesia. Ukurannya cukup mungil, dan warna kulit luarnya bervariasi dari merah, kuning. hitam, atau campuran merah dan putih. Bentuk umbinya bervariasi dari bundar, sedang dan panjang.

Mudah Rusak
Lobak merupakan sayuran yang mudah mengalami kerusakan dan penurunan mutu akibat lecet, layu, keriput, dan busuk. Karena itu, umur panen, cara panen, dan penanganan pascapanen sangat menentukan mutu lobak.

Lobak jenis lokal dapat dipanen setelah tanaman berumur sekitar dua bulan sejak tanam. Umbi lobak yang dihasilkan beratnya antara 200-500 gram, dengan panjang antara 10-20 cm. Bila pemanenan terlambat, umbinya akan berkayu, kadang pecah, dan rasanya pun menjad tak enak, sehingga tidak laku untuk dikonsumsi.

Pemanenan lobak dilakukan dengan cara mencabut seluruh tanaman dari dalam tanah. Umbi lobak yang telah dicabut kemudian dibersihkan dari tanah atau akar-akar yang melekat pada umbi. dicuci dengan air bersih yang mengalir dan langsung ditiriskan.

Pencucian dtakukan untuk membuang kotoran atau tanah yang melekat pada umbi sehingga lobak menjadi tampak putih bersih. Selain itu, pencucian juga bertujuan untuk menurunkan suhu (precooling), sehingga dapat memperpanjang kesegarannya.

Lobak yang telah dibersihkan kemudian mengalami sortasi, grading, pengemasan, dan pengangkutan ke tempat penjualan. Lobak umumnya dijual bersama daunnya, utuh atau dipotong sebagian. Daunnya dapat dimakan mentah sebagai lalap atau disayur. Umbi lobak dapat dijadikan sayur atau campuran dalam menumis.

Baik Untuk Berdiet
Umbi lobak umumnya berwarna putih, berasa segar dan agak pedas. Umbi lobak sering digunakan sebagai penawar rasa terhadap makanan hewani yang mengandung lemak tinggi, sehingga menjadi berasa lebih enak dan memiliki komposisi gizi yang lebih baik.

Umbi lobak berkhasiat untuk memperbaiki kerja ginjal, sehingga dapat memperlancar pembuangan air seni. Umbi lobak juga dapat menghilangkan lendir di kerongkongan sehingga disarankan dikonsumsi oleh orang yang sedang demam atau batuk. Lobak dapat dimakan mentah sebagai lalap atau dimasak sebagai sup atau soto.

Kandungan utama umbi lobak adalah air, mencapai 94.1 persen dari total bobotnya. Tingginya kadar air tersebut menyebabkan umbi lobak sangat mudah menjadi  keriput dan busuk selama penyimpanan. Karena itu umbi lobak harus dikemas dengan plastik dan disimpan di lemari pendingin agar daya simpannya meningkat.

Tdak seperti jenis umbi lain, umbi lobak memiliki kadar karbohidrat yang rendah yaitu 4.2 g per 100 g. Rendahnya kadar karbohidrat tersebut menyebabkan rendahnya kadar energi per 100 umbi lobak, yaitu hanya 19 kkal per 100 gram.

Selain itu, umbi lobak juga rendah kandungan lemak dan protein. Kondisi tersebut sangat memungkinkan penggunaan umbi lobak sebagai sayuran yang baik untuk dikonsumsi para pelaku diet.

Awas Senyawa Antitiroid
Selain zat-zat gizi dan nongizi yang penting bagi kesehatan tubuh, lobak juga mengandung komponen yang dapat merugikan kesehatan tubuh, khususnya jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebih dalam kurun waktu panjang. Komponen tersebut adalah gortrogen atau senyawa antitiroid.

Senyawa gortrogen dapat menghambat fungsi kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid adalah kelenjar vang tertetak di leher. Kelenjar tiroid berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroksin dan triiodotironin yang berperan dalam metabolisme dan pertumbuhan tubuh. Selain itu, kelenjar ini juga berperan dalam menghasilkan hormon kalsitonin, yang menjaga keseimbangan kadar kalsium dalam tubuh.

Sistem kerja senyawa antitiroid adalah sebagai berikut. Mula-mula senyawa antitiroid akan meningkatkan kadar tiosianat dalam darah. Tiosianat dapat  menghambat penyerapan mineral iodium oleh kelenjar tiroid. Iodium adalah komponen penting yang dapat memperlancar fungsi hormon tiroksin dan kelenjar tiroid.

Kandungan iodium dalam tubuh yang menurun tersebut dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan kelenjar tiroid. Pembengkakan kelenjar tiroid tersebutlah yang dalam kehidupan sehari-hari dikenal sebagai gondok.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gondok adalah:
  1. Batasi konsumsi atau jangan terlalu sering mengasup makanan yang mengandung senyawa gortrogen atau antitiroid, misalnva lobak.
  2. Perbanyak atau imbangi dengan konsumsi makanan yang mengandung iodium tinggi, misalnya ikan, keju, susu, dan lain-lain. 

Pikel Lobak Penetral Lemak
Pikel lobak dibuat dengan cara fermentasi umbi lobak menggunakan larutan garam sebagai media. Pikel lobak biasanya dikonsumsi sebagai penambah selera makan atau penetral makanan-makanan berlemak (sate, sup, rawon, tongseng, gulai). Fungsi pikel lobak kurang lebih sama seperti fungsi acar campuran ketimun, cabai, dan bawang merah.

Tahapan pembuatan pikel lobak adalah sebagai berikut. Mula-mula Umbi lobak dicuci dengan air hingga bersih. Umbi lobak dikupas dan dipisahkan dari bagian kulit, kemudian dipotong-potong membujur atau melintang dengan ukuran yang sesuai selera.

Di dalam panci disiapkan larutan garam 10 persen, yang dibuat dengan cara melarutkan 100 gram garam dapur dalam satu liter air. Irisan lobak dimasukkan ke  dalam panci yang berisi larutan garam hingga terendam seluruhnya. Campuran umbi lobak dan larutan garam dipanaskan pada suhu tidak lebih dari 60 derajat  Celcius selama 10 menit, kemudian didinginkan.

Selanjutnya wadah ditutup rapat dan lobak difermentasi selama beberapa minggu. Selama fermentasi, semua lobak harus terendam dalam larutan garam. Setiap minggu ditambahkan garam sebanyak 0,5 persen (50 gram per liter cairan). Lapisan putih (buih) yang mengapung di permukaan larutan garam harus secara rutin dibuang. Pikel yang sudah jadi ditandai oleh penampakan umbi lobak yang telah layu dan berasa serta berbau asam. 

Daun Lobak Kaya Kalsium, Vitamin A dan C
Tidak hanya umbi, bagian daun lobak pun dapat digunakan sebagai sayuran. Daun lobak dapat dikonsumsi sebagai lalap (mentah maupun setengah matang),  atau diolah menjadi berbagai jenis masakan.

Kadar kalsium per 100 gram daun lobak adalah 140 mg. Kalsium merupakan salah satu mineral makro yang penting bagi tubuh. Kalsium diperlukan untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang dan gigi, transmisi impuls saraf, serta kontraksi otot. Mineral lain yang terkandung pada daun lobak adalah joskir dan besi, masing-masing 13 mg dan 1.7 mg per 100 gram bahan.

Kadar vitamin A per 100 gram daun lobak adalah 150 RE. Vitamin A merupakan salah satu vitamin larut lemak vang penting bagi tubuh. Peran vitamin A antara lain untuk kesehatan mata (membantu fungsi penglihatan) dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin A juga berperan penting dalam sintesis protein, sehingga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Selain vitamin A, daun lobak juga kaya akan vitamin C. Kadar vitamin C per 100 gram daun lobak adalah 109 mg. Fungsi vitamin C banyak berkaitan dengan pembentukan kolagen. Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan, matriks tulang, dentin gigi, membran kapiler, kulit, dan tendon (urat otot). Dengan demikian. vitamin C berperan dalam penyembuhan luka, patah tulang, serta perdarahan di bawah kulit dan gusi.

Daun lobak kaya akan kalsium, dan vitamin C berperan dalam meningkatkan penyerapan kalsium tersebut dalam tubuh. Selain itu, vitamin C juga berperan sebagai antioksidan, sehingga dapat mencegah pembentukan nitrosamin yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker) dan melawan serangan radikal bebas, suatu senyawa penyebab penuaan dini dan berbagai penyakit degeneratif.