Pemeliharaan Itik Dalam Kandang Dengan Dan Tanpa Kolam

WartaIPTEK.com - Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perbedaan daya produksi telur itik yang dipelihara dalam kandang dengan dan tanpa kolam. Penelitiannya sendiri dilakukan selama 7 bulan di stasiun Balai Penelitian Ternak, Cilebut Bogor. Materi yang digunakan ialah itik Tegal berumur 7 bulan. yang terdiri dari 72 ekor betina dan 8 ekor jantan. Itik yang digunakan berasal dari 500 ekor meri yang dipelihara sejak umur 4 hari.

Itik ditempatkan dalam kandang seluas 10,5 m2 dan setiap kandang diisi 9 ekor betina dan seekor jantan yang dipilih secara acak. Kadang berjumlah 8 buah, 4 buah memakai kolam dan 4 lainnya tidak memakai kolam.

Makanan yang diberikan ialan ransum itik petelur produksi "Cargill" dengan susunan zat-zat makanan 17% protein kasar, 2,5% lemak, 4% serat kasar, 12% abu, 2,9% Ca dan 0,63% P.


Untuk mengetahui perbedaan antara ke dua perlakuan, setiap periode (4 minggu) dilakukan pencatatan dari produksi telur dalam butir, persen dan gram serta menghitung jumlah makanan yang dihabiskan. Data diuji dengan test.

Hasil pengujian statistik menunjukkan :
  1. Besarnya konsumsi makanan pada kedua perlakuan tidak berbeda nyata.
  2. Tingkat produksi telur nyata lebih tinggi pada itik yang dipelihara dalam kandang tanpa kolam dibandingkan dengan yang dipelihara dalam kandang berkolam. Rata-rata selisih antara kedua perlakuan 181 butir selama masa 7 bulan penelitian. Dengan demikian pemeliharaan itik terkurung dalam kandang tanpa kolam akan memberi hasil telur yang lebih banyak. Perbedaan ini diduga disebabkan oleh perbedaan tingkah laku. Itik yang dipelihara dalam kandang berkolam lebih banyak bergerak, main di air dan setelah itu memerlukan waktu dan tenaga untuk mengeringkan tubuhnya. Hal ini dapat berulang kali terjadinya dalam satu hari. Dengan demikian itik yang dipelihara dalam kandang berkolam lebih banyak menghabiskan energi untuk keperluan tingkah lakunya itu.
  3. Dilihat dari rata-rata berat telur per butir yang dihasilkan, perlakuan tanpa kolam menghasilkan telur yang lebih ringan (57,08 gram /butir) dibandingkan dengan telur yang dihasilkan dari pemeliharaan itik yang berkolam (61,85 gram/ butir).
  4. Ada perbedaan yang nyata dalam konversi makanan dari kedua perlakuan. Dengan ditandai oleh rendahnya konversi makanan, itik yang dipelihara dalam kandang tanpa kolam mampu memanfaatkan makanan lebih effisien. Keadaan ini merupakan manifestasi dari produksi telur yang cukup tinggi tanpa menaikkan konsumsi makanan.
Jelaslah, penelitian ini telah membuktikan, pemeliharaan itik dalam kandang memberikan hasil yang cukup tinggi. Kandang yang tidak dilengkapi dengan kolam memberi hasil yang lebih baik. Dengan demikian perubahan lingkungan yang berbeda dari keadaan aslinya dalam hal pembatasan gerakan, dan peniadaan penyediaan air untuk berenang/mandi tidak akan memberikan pengaruh yang negatif terhadap performans itik petelur. (Bull. Lembaga Penelitian Peternakan)

0 Response to "Pemeliharaan Itik Dalam Kandang Dengan Dan Tanpa Kolam"

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.