Kenapa Kita Justru Sering Gemuk Saat Bulan Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kenapa kita justru sering gemuk saat bulan puasa, padahal waktu makan lebih sedikit? Pertanyaan ini sering muncul setiap Ramadan. Banyak orang berharap berat badan turun karena hanya makan dua kali sehari. Namun kenyataannya, angka timbangan malah naik.
Penyebab Sering Gemuk Saat Bulan Puasa dan Cara Mengatasinya
Perubahan Pola Makan yang Tidak Terkontrol
Saat puasa, frekuensi makan memang berkurang. Namun jumlah kalori yang masuk sering kali justru meningkat. Banyak orang “balas dendam” saat berbuka.
Menu berbuka biasanya tinggi gula dan lemak. Gorengan, minuman manis, kolak, dan makanan bersantan menjadi pilihan favorit. Padahal, satu potong gorengan bisa mengandung 100–150 kalori. Jika dikonsumsi 4–5 buah, kalorinya sudah setara satu porsi makan besar.
Lonjakan Gula Darah Saat Berbuka
Setelah seharian menahan lapar, tubuh berada dalam kondisi gula darah rendah. Saat berbuka dengan makanan manis berlebihan, kadar gula darah naik cepat.
Menurut World Health Organization, konsumsi gula tambahan berlebih berkontribusi pada peningkatan risiko obesitas dan gangguan metabolik. Lonjakan gula memicu pelepasan insulin. Jika berulang setiap hari, kelebihan energi akan disimpan sebagai lemak.
Porsi Makan Lebih Besar dari Biasanya
Secara psikologis, rasa lapar seharian membuat kita ingin makan banyak saat berbuka. Piring terisi penuh. Bahkan ditambah camilan setelah tarawih.
Tanpa disadari, total kalori harian bisa lebih tinggi dibanding hari biasa. Padahal prinsip dasar kenaikan berat badan sederhana: kalori masuk lebih besar daripada kalori keluar.
Kurangnya Aktivitas Fisik
Selama puasa, banyak orang mengurangi aktivitas. Olahraga jarang dilakukan karena takut lemas. Waktu lebih banyak dihabiskan duduk atau beristirahat.
Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan tingkat aktivitas fisik masyarakat Indonesia masih tergolong rendah, dengan lebih dari 30 persen penduduk kurang bergerak. Jika selama Ramadan aktivitas semakin menurun, pembakaran kalori juga ikut turun.
Gangguan Pola Tidur
Sahur membuat jam tidur berubah. Banyak orang tidur lebih larut karena ibadah atau menonton. Kurang tidur memengaruhi hormon lapar seperti ghrelin dan leptin.
Riset global menunjukkan kurang tidur dapat meningkatkan nafsu makan dan keinginan terhadap makanan tinggi kalori. Kondisi ini memperbesar risiko gemuk saat bulan puasa.
Kebiasaan Ngemil Setelah Tarawih
Setelah berbuka dan makan malam, masih ada kebiasaan ngemil. Kue kering, minuman manis, atau camilan asin sering dikonsumsi sambil bersantai.
Padahal tubuh tidak lagi membutuhkan banyak energi di malam hari. Kalori ekstra ini mudah tersimpan sebagai lemak karena aktivitas sudah minim.
Salah Pilih Menu Sahur
Sebagian orang memilih sahur praktis. Mie instan, makanan tinggi garam, atau makanan rendah serat sering menjadi pilihan.
Makanan rendah serat membuat cepat lapar. Akibatnya saat berbuka, makan jadi lebih banyak. Selain itu, makanan tinggi garam dapat menyebabkan retensi cairan sehingga berat badan terasa naik.
Metabolisme Tidak Turun, Tapi Pola yang Berubah
Banyak yang mengira metabolisme melambat drastis saat puasa. Faktanya, pada orang sehat, metabolisme basal tidak turun signifikan selama asupan kalori cukup.
Cara Mencegah Berat Badan Naik Saat Puasa
Agar tidak gemuk saat bulan puasa, lakukan beberapa langkah sederhana:
- Berbuka secukupnya. Mulai dengan air putih dan kurma.
- Batasi gorengan dan minuman manis.
- Gunakan metode piring seimbang. Setengah sayur dan buah, seperempat protein, seperempat karbohidrat.
- Tetap olahraga ringan 20–30 menit menjelang berbuka.
- Cukupi cairan 2 liter per hari.
- Tidur minimal 6–7 jam.
Data Tentang Berat Badan Selama Ramadan
Beberapa penelitian internasional menunjukkan hasil yang beragam. Sebagian orang mengalami penurunan berat badan ringan di awal Ramadan, sekitar 0,5–1 kilogram. Namun setelah Idulfitri, berat badan sering kembali seperti semula atau bahkan meningkat.
Kesimpulan
Kenapa kita justru sering gemuk saat bulan puasa? Penyebab utamanya adalah pola makan berlebihan saat berbuka, konsumsi gula tinggi, kurang aktivitas fisik, dan gangguan tidur.
Puasa bukan penyebab kenaikan berat badan. Kebiasaan kitalah yang menentukan hasilnya. Dengan mengontrol porsi, memilih makanan sehat, tetap aktif, dan menjaga tidur, berat badan bisa tetap stabil.
Bulan puasa seharusnya menjadi momen detoks kebiasaan buruk, bukan ajang balas dendam makan. Atur strategi sejak awal agar tubuh tetap sehat dan berat badan terjaga.


0 Response to "Kenapa Kita Justru Sering Gemuk Saat Bulan Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya"
Posting Komentar
Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.