Jan Koum, CEO & Co-Founder WhatsApp, Tinggalkan Yahoo Jadi Miliarder

WartaIPTEK.com - Siapa yang tidak kenal dengan WhatsApp? Hampir tiap smartphone yang beredar sekarang sudah terinstal aplikasi perpesanan ini. Bahkan fungsinya sudah menggantikan SMS, hanya lebih lengkap karena memiliki berbagai fitur seperti pengiriman file multimedia, group chat, dan yang terbaru adalah voice call.

Pada bulan Februari 2012, WhatsApp dipinang oleh Facebook dengan mahar $19 miliar dan membuat sang kreator menjadi miliarder. Orang tersebut adalah Jan Koum. Ia bersama kreator lainnya yakni Brian Acton berhasil membuat sebuah aplikasi perpesanan yang sifatnya sederhana, menjadi salah satu media komunikasi utama bagi setiap pengguna gadget.


Badung di Sekolah, Mencintai Dunia Komputer
Koum lahir di Kiev, Ukraina pada 24 Februari 1976. Kemudian pada tahun 1992, ia beserta ibu dan neneknya pindah ke Mountain View, California. Ia dikenal sebagai anak yang sering membuat masalah ketika bersekolah, tetapi mencintai dunia komputer, khususnya jaringan. Kebiasannya adalah membeli buku seken dan mempelajarinya secara otodidak.

Koum juga bergabung dengan grup hacker bernama wOOwOO pada jaringan internet relay chat Efnet. Di situ ia sempat bercakap-cakap dengan kreater Napster yakni Sean Fanning. Kecintaannya pada dunia komputer diteruskan ketika ia menempuh kuliah di San Jose State University dan mengambil pekerjaan di Ernst & Young sebagai security tester. Lanjut ke tahun 1997, Koum bekerja di Yahoo sebagai infrastructure engineer dan bertemu dengan Brian Acton yang nantinya menjadi teman sekaligus partner dan juga kreator WhatsApp. Sambil bekerja di Yahoo, Koum memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah. Ia mengatakan bahwa tak terlalu suka dengan sekolah.

Di Yahoo, Koum bekerja hingga September 2007 hingga ia dan Acton memutuskan untuk keluar. Keduanya pun berkelana selama setahun ke Amerika Selatan untuk bermain ultimate frisbee. Bahkan keduanya sempat ingin bergabung di Facebook, namun ditolak.

Kesederhanaan, Kunci Sukses WhatsApp
Pada Januari 2009, Koum membeli iPhone dan menyadari bahwa App Store bisa menjadi besar, tepatnya mulai boomingnya aplikasi-aplikasi mobile. Menyadari hal tersebut, ia bertemu dengan seorang teman bernama Alex Fishman. Keduanya mengobrol banyak mengenai ide Koum tentang aplikasi. Idenya adalah akan sangat keren jika tiap orang yang ada di dalam daftar kontak telepon memiliki status. Jadinya kita mengerti jika teman sedang sibuk, berada di kantor, dan lainnya. Fishman pun mengenalkan Koum dengan Igor Solomennikov, seorang developer.

Koum pun memberi nama aplikasi tersebut WhatsApp, yang jika diucapkan terdengar seperti "whats's up." Perjalanan WhatsApp tidaklah mulus, karena sering crash dan hanya mendukung ratusan nomor saja di daftar kontak. Koum sempat memutuskan untuk menyerah, tetapi Acton tetap meyakinkannya.

Sinar terang muncul ketika Apple merilis fungsi push notifications pada Juni 2009. Dari situ WhatsApp pun mulai bertransformasi menjadi aplikasi perpesanan, dimana tiap pengguna bisa saling berbalas pesan. Ketika itu, persaingan aplikasi sejenis belumlah banyak. Ada BBM tetapi hanya untuk pengguna smartphone BlackBerry saja. Lalu ada juga G-Talk milik Google dan Skype, tetap yang membuat WhatsApp unik adalah menggunakan nomor ponsel. Selanjutnya pengguna WhatsApp pun mulai bertambah, seiring dukungannya pada OS BlackBerry dan kemudian Android. Fitur-fiturnya juga ditambah seperti kemampuan untuk mengirim file multimedia. Menariknya adalah walau saat ini semakin banyak aplikasi perpesanan,.WhatsApp masih menjadi pilihan utama di berbagai smartphone untuk berkomunikasi. Kunci dari hal tersebut adalah 3 prinsip yang dimiliki Koum, yakni WhatsApp tidak akan membawa iklan, tidak menyimpan pesan sehingga dapat melanggar privasi pengguna dan tetap sederhana dengan tidak menawarkan berbagai gimmick.

0 Response to "Jan Koum, CEO & Co-Founder WhatsApp, Tinggalkan Yahoo Jadi Miliarder"

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.