Home » » Charles Richter, Kembangkan Alat Pengukur Kekuatan Gempa Bumi

Charles Richter, Kembangkan Alat Pengukur Kekuatan Gempa Bumi

Dipublikasikan oleh Maman Soleman

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa bumi, istilah Skala Richter bukanlah sesuatu yang asing. Skala Richter digunakan untuk menyatakan besarnya kekuatan gempa bumi.

Orang yang berjasa dalam mengukur kekuatan gempa bumi ini adalah Charles F. Richter. Ahli seismologi terkenal ini dilahirkan di sebuah peternakan di Ohio, Amerika Serikat, pada 26 April 1900. 

Sebelum mengembangkan alat pengukur kekuatan gempa, Richter muda belajar seismologi di University of Southern California dan Stanford University. Tahun 1927 Richter mulai bekerja di laboratorium seismologi di Pasadena California dan setahun kemudian CalTech University menganugrahkan gelar doktor fisika teoritis.
Skala Richter yang dikembangkannya tahun 1935 merupakan perangkat matematis untuk membandingkan besaran gempa. Magnitude gempa ditentukan dari logaritme amplitudo gelombang yang tercatat oleh seismograf.

Pengaturannya meliputi variasi jarak antara seismograf yang beragam dan episentrum gempa. Pada Skala Richter, magnitude gempa digambarkan dengan sejumlah angka dan pecahan desimal. Misalnya magnitude 5,3 bisa dikelompokkan pada gempa kelas menengah dan gempa yang besar bisa dikategorikan dengan magnitudo 6,3. Karena dasar skalanya menggunakan perhitungan logaritme, masing-masing angka yang bertambah dalam magnitudo mewakili penambahan kelipatan 10 dalam amplitude yang terukur.

Pada mulanya Skala Richter digunakan untuk mengukur kekuatan relatif gempa bumi di California. Kini skala itu (bentuknya sudah dimodifikasi) digunakan untuk mengukur gempa bumi di seluruh dunia.
Gempa bumi dengan magnitudo sekira 2,0 atau lebih kecil biasanya disebut microearthquakes, umumnya tidak bisa dirasakan manusia dan hanya tercatat pada seismograf lokal. Kejadian gempa bumi dengan magnitudo 4,5 terjadi ribuan kali dalam setahun, kekuatannya bisa direkam di seantero seismograf yang sensitif di seluruh dunia.

Gempa bumi besar seperti yang terjadi di Alaska tahun 1964 memiliki magnitudo 8,0 atau lebih. Rata-rata satu gempa bumi yang berukuran seperti itu terjadi setiap tahun.

Namun Skala Richter tidak memiliki batasan angka yang lebihh tinggi dari itu. Baru-baru ini, skala lainnya yang disebut skala moment magnitudo dianjurkan digunakan untuk mempelajari gempa bumi lebih besar secara lebih akurat.
Bukan hanya Richter yang membuat perangkat pengukur kekuatan gempa bumi. Tahun 1902, seorang Italia bernama Giuseppe Mercalli yang mempelajari gunung api menciptakan skala intensitas gempa bumi yang terdiri dari 12 poin yang disebut Skala Mecalli.

Skala Mecalli ini mengukur suatu gempa bumi dari laporan orang-orang yang melihat kerusakan dan mewawancarai mereka yang selamat. Karena itu Skala Mecalli sangat subyektif dan tidak seakurat Skala Richter sehingga untuk mengukur kekuatan gempa hingga kini tetap digunakan Skala Richter.


0 komentar:

Post a Comment

Berilah komentar yang sopan dan konstruktif. Diharap jangan melakukan spam dan menaruh link aktif! Terima kasih.

Internet

Tokoh

Teknologi

Komputer

Berita

Ilmu Pengetahuan

Elektronika

Gadget

Tips dan Trik